Teknologi Santet Melalui Handphone Memang Ada
Beberapa waktu lalu marak isu – isu tentang SMS kematian dan telepon kematian. Kabarnya pengguna provider kartu selular tertentu bisa mati atau jatuh sakit kalau menerima telepon dengan tanda – tanda tertentu. Nah dalam tulisan ini saya ingin coba mengemukakan, bahwa mungkin saja kita dapat mengirim gelombang suara yang dapat menyebabkan “perasaan tertentu”. Dari mulai rasa birahi tinggi (sange / orgasme), serasa mabuk ganja, mabuk minuman keras, hingga rasa senang yang berlebihan.
Adalah bukan barang baru kalau gelombang suara jika diatur sedemikan rupa dapat mempengaruhi sel otak kita. Salah satu software yang memungkinkan melakukan hal tersebut adalah I-Dozer. I Dozer bekerja menstimulasi kerja otak kita dengan gelombang suara.
Sebelumnya teman -teman saya sudah memperingatkan bahwa mungkin produk ini tidak aman jika digunakan terus menerus. Dasar saya nekat maka saya coba-lah Software itu.. hasilnya…. hampir tidak ada selain saya hanya mendengar suara seperti dengungan. Menurut teman saya, mencobanya harus dengan headphone stereo agar efeknya lebih mantap. Hmm cukup masuk akal, karena headphone yang saya gunakan adalah headphone 15 ribu perak beli di Mangga 2. ![]()
Percobaan pun berlanjut, saya bawa software ini ke tempat teman, dia punya headphone yang lebih mahal dan berkelas
dan suruh dia mencobanya.. hasilnya…. teman saya ini malah pusing – pusing. Software sampah dalam hati saya, akhirnya saya pun kembali dengan masih membawa rasa penasaran. Nampaknya rasa penasaran saya tidak lama, karena esok harinya kawan saya itu telepon, dan dia bilang..:
Software Ini Bekerja!!! Kita hanya perlu sedikit rileks jika ingin menggunakannya
Langsung saya ke tempat dia dan pinjam headphonenya dan coba lagi.. ternyata… masih gak ada efeknya terhadap saya, malah yang ada bikin ngantuk aja
Ya sudah saya ambil kesimpulan bahwa software ini mungkin memiliki efek yang berbeda – beda bagi setiap orang.
Nah yang ingin saya sampaikan disini adalah, mungkin saja teknologi suara dapat mempengaruhi kerja sel otak kita. Walaupun saya bukan ahlinya dalam masalah ini, tapi melihat pengalaman teman saya, dan adanya efek pada saya (walaupun efeknya tidak seperti yang saya harapkan) rasanya bisa saja konsep ini dikembangkan sehingga pengiriman gelombang suara tidak perlu melalui headphone stereo, tapi cukup dengan speaker handphone kita.
Di masa mendatang mungkin saja akan ada layanan telepon premium untuk mengakses gelombang suara ini. Masturbasi elektronik… Mabuk elektronik atau apalah namanya. Buat yang lebih mengerti / paham, diharap memberikan pendapatnya disini.. hehehe…
Yg mau coba – coba ini softwarenya, tinggal download gratis:
Download Software Santet Handphone
ReÆ’lector
didalamnya sudah ada panduan dalam bentuk flash / swf
RESIKO TANGGUNG SENDIRI !!!
Tidak ada artikel terkait.
Sharing ke Twitter




ilmu santet, peninggalan moyang kita, sampai saat ini masih eksis. bahkan bisa digunakan media teknologi modern. apa perlu ditulis skripsinya?
Iya, memang ada. Di Jerman ada sebuah jurusan baru di sebuah sekolah tinggi musik negeri, yaitu Psikologi Musik dan Terapi. Mereka selain diajarkan musik juga belajar Fisika, Matematika dan Biologi pada kuliahnya. Mahasiswanya rata2 sombong2 karena merasa jurusan mereka adalah yang tersulit di kampus tersebut tapi itu wajar sih. saya punya kenalan orang Slovenia, satu bangunan kost-an dengan saya dulu, dia pernah mendengarkan musik aneh (hanya instrumen) kepada saya, dan dalam waktu kira2 1 menit saya merasakan rasa sedih dan menitikkan air mata. Sayangnya, dia tidak mau memberikan rekaman tersebut kepada saya untuk di-copy. Dia hanya mengatakan, nada2 pada musik tersebut bukan diatonis ( C D E F G A B C) yang kita kenal, karena Interval pada satu oktaf dan jumlah notnya pun berbeda. Saya bekas mahasiswa teknik yang kebetulan hobi main musik, jadi iseng2 otak-atik rumus, dan saya yakin bahwa konstanta deret geometri pada interval nada2 yang mereka pakai bukan 1,0595… seperti pada nada diatonik biasa. tapi saya tidak tahu berapa jumlah nada yang mereka pakai dalam satu oktaf. Roman, teman saya tsb., pernah mengatakan, jumlah nada dalam satu oktaf itu tergantung kebutuhan, ada lagu yang bisa membuat orang tertawa, tertidur, untuk hipnotherapi, menghilangkan pusing atau stress, dll. tapi semua bertujuan positif, bukan santet. Mereka bahkan meneliti lagu voodoo afrika, lagu bali yang bisa menimbulkan api, lagu dayak, dll., dan mengatakan bahwa di lab-nya banyak kejadian2 aneh, seperti timbul api, kaca pecah, kursi bergeser dan semua itu dilakukan tanpa ritual mistik. Banggalah sebagai bangsa Indonesia, tapi sayang justru malah orang asing yang menelitinya. Kemana musisi2 Indonesia? Belajarlah Matematika dan Fisika, jangan cuma bisa bikin lagu cinta atau ngikutin orang aja. Saya yakin, nada yang konsonan ataupun disonan bisa dicari dari pertemuan garis2 singgung grafik sinus atau cosinus. Misalnya pertemuan antara not C dan G, punya garis singgung tepat di nol, lain halnya dengan C dan C#, dsb. Saat ini mereka belum berani mengedarkan hasil penelitian mereka ke publik, karena masalah hak paten, dan kemudahan penggandaan file secara gratis, sehingga sangat mudah untuk ditiru orang. Roman dan kawan-kawan pun dari perbincangan dengan saya, sangat merendahkan musisi2 kelas dunia, dari U2, Phil Collins, Sting, maupun musisi2 jazz kelas berat dan legenda lagu2 klasik dunia. Mudah2an mereka akan sangat menyanjung musisi2 Indonesia yang kita banggakan, seperti Peterpan, ST12, Wali, Kangen Band. Saya akan kirim lagu2 tersebut untuk ditukarkan dengan musik2 temuan mereka.