REVOLVING SORAYA SOEGARDA
Meskipun sebagian besar waktunya dihabiskan diluar negeri, namun guratan kuas pada gaya lukisan Soraya Soegarda tetap menonjolkan corak identitas kebudayaan Indonesia, begitulah kesan pertama ketika mengunjungi pameran lukisan pelukis Soraya Soegarda minggu malam 16 September 2007 di Loca Café Plus, Kemang, Jakarta Selatan.
Pameran dengan tajuk “Revolving” ini merupakan pameran ke sepuluhnya di Indonesia, Soraya memang lebih sering mengadakan pameran di negara-negara Eropa karena lama menetap disana. Selepas “Revolving” ini Soraya kembali mengadakan pameran di kawasan Atrium Senen, Jakarta Pusat pada 3 Oktober 2007.
Gaya melukis Soraya banyak dipengaruhi saat belajar Seni Lukis di Parsons School of Art, New York City, USA dan ketika bergabung dengan grup pelukis terkenal Sri Hadhy. Gabungan dari dua pengaruh ini yang telah melahirkan gaya melukis Abstract Expressionism pada diri Soraya.
Menurut Soraya, dalam empat belas tahun kiprahnya di dunia seni lukis, salah satu yang cukup berkesan menurut Soraya adalah ketika diajak mengadakan pameran bersama pelukis ternama Denmark kelahiran Portugal, Yurike. Soraya bahkan sempat didaulat untuk mengadakan pameran di Portugal, negara kelahiran Yurike.
Lukisan-lukisan Soraya telah banyak dikoleksi didalam negeri diantaranya Yoop Ave, Ibu Arifin Siregar (mantan Menteri RI), Ginanjar Kartasasmita, Sudwikatmono, sedangkan di luar negeri juga banyak duta-duta besar negara asing yang turut mengkoleksi lukisan Soraya.
Semangat wanita kelahiran 1957 di Bangkok, Thailand ini makin bertambah seiring dengan dukungan dari keluarga mantan Menlu RI Ali Alatas sang ayah, dan mantan Dubes RI untuk Denmark dan Italia, Witjaksono Soegarda suami Soraya pada pameran kali ini. Bahkan Karina Soegarda putri sulungnya yang juga presenter di salah satu stasiun TV swasta turut serta dengan menjadi pembawa acara pada pameran Soraya kali ini. (nin)
Tidak ada artikel terkait.
Sharing ke Twitter



