Politik Daging Sapi

sapiPak Giyono supir keluarga tetangga saya membawa cerita baru sepulangnya dari pulang kampung. Saya memang sering ngobrol dengan Pak Giyono yang semasa mudanya dulu menjadi supir truk angkutan Sumatera – Jawa, kalau lelaki paruh baya itu bercerita seru sekali.

Cerita tentang pengalaman mudiknya mulai dari mulai kemacetan di jalur mudik, warga kampungnya yang merayakan lebaran dengan hari berbeda, repotnya ia membagi waktu dengan istri-istrinya di kampung, hingga kampanye pemilihan Lurah di kampungnya. Yang unik memang cerita mengenai kampanye pemilihan Lurah.

Kata Pak Giyono ada 3 calon Lurah yang akan dipilih dibulan November nanti, nah ketika di akhir ramadhan kemarin rupanya telah masuk “masa kampanye” ketiga calon Lurah tersebut. Calon pertama adalah seorang pemilik toko besar di Cilacap, calon kedua seorang pengusaha kerajinan kayu sukses, dan calon ketiga adalah seorang saudagar hewan ternak. Ketiga calon tersebut memang berbeda latar belakang usahanya, yang sama dari ketiganya adalah sama – sama dipanggil “Pak Haji”.

Seminggu sebelum lebaran calon pertama yang pemilik toko besar dan calon kedua yang pengusaha kayu sudah melakukan kampanye dengan mengadakan pembagian sembako kepada para warga desa. Tak mau kalah dengan kampanye calon lainnya calon Lurah ketiga yang saudagar hewan ternak ini pun melancarkan kampanye “hari raya”nya. Kira-kira tiga hari sebelum lebaran tiba beredar pengumuman pembagian daging sapi gratis sebanyak 1 Kg untuk setiap keluarga.

Namanya juga kampanye… disela-sela kata pembukanya si calon ini pun tak lupa “meminta restu” dari para warganya dalam rangka pemilihan calon lurah nanti. “Ini namanya politik dagang sapi ya?” tukas pak Giyono sembari berkelakar. Saya jawab bukan Pak, yang ini tetap namanya “politik daging sapi”, mungkin yang “dagang sapi” nanti pas pemilihan presiden tahun 2009….

Tidak ada artikel terkait.


Sharing Ke Facebook | Sharing ke Twitter


 
Belum ada komentar. Berikan komentar atau berikan Trackback.

 

Komentar dengan Facebook?

Connect with Facebook

Komentar:

[+] kaskus emoticons

 
 
-->