Orang Indonesia Bugil Di Internet

Dewasa ini tidaklah sulit menemukan situs yang berisikan kumpulan foto atau video porno yang diperankan orang Indonesia. Sangatlah berbeda dibandingkan dengan 10 tahun silam, saat itu mencari foto telanjang orang Indonesia saja sulit apalagi video porno.

Masih segar didalam ingatan ketika itu saya masih duduk dibangku SMA dan mencoba (atau berniat :D ) mencari foto bugil dari cewek –cewek Indonesia asli dengan menggunakan search engine Yahoo, saya cari dengan string pencarian seperti “cewek Indonesia bugil” “abg telanjang” hasilnya ? sebagian besar hasil pencarian mengindikasikan banyak situs berisikan gambar porno cewek Indonesia namun ketika ditelusuri ternyata banyak yang palsu…

mirip temenFoto Palsu Ya sebagian besar model bugil itu berasal dari Negara – Negara tetangga kita seperti Thailand atau Filipina yang memang memiliki warna kulit dan wajah serupa, bahkan ada juga yang ternyata model bugil dari Hongkong atau RRC. Pxxxxk Pxxxi salah satu favorit yang ramai dikunjungi saat itu. Situs yang mengemas tampilannya seolah-olah kita berada di sebuah asrama/kost putri itu memang favorit lantaran gratis, namun sebagian besar modelnya bukan asli orang Indonesia.

Kemudian ada juga model porno professional asal Indonesia yang tinggal di Luar Negeri yaitu Jxxx Mxxxxxx yang foto panasnya kerap menjadi buruan para pornohunter. Dari Stensilan Hingga Tabloid Adapun untuk pornografi cetak sudah berkembang jauh sebelumnya. Antara tahun 1991 hingga 1994 ketika masih SMP saya tidak sulit menemukan “buku stensilan” di kawasan terminal Blok m, Jakarta Selatan dekat sekolah saya dulu yang kini telah berpindah ke kawasan Jeruk Purut. Meskipun sebagian besar buku stensilan yang mudah diperoleh di penjual Teka Teki Silang (TTS) ini masih berisikan cerita/novel porno.

cuci asoyKemudian sekitar tahun 1998 pornografi gambar mulai bermunculan di tabloid-tabloid. Sumber gambarnya tentu saja dari Internet. Nampaknya seiring dengan euphoria kebebasan pers saat itu, tabloid – tabloid ini pun ikut subur meraih untung. Tak urung ditahun yang sama saya bersama beberapa teman lainnya juga berminat menerbitkan tabloid sejenis. Dengan berbekal sedikit kemampuan mengoperasikan Adobe Page Maker dan Adobe Photoshop, serta salah seorang teman saya yang memiliki modal untuk penerbitan 3 edisi awal, kami pun nekat membawa soft copy tabloid kami itu ke percetakan. Untungnya semua percetakan menolak mencetak tabloid kami :D kalau tidak mungkin saat itu saya sudah diusir dari rumah orang tua… bayangkan saat itu usia saya baru genap 19 tahun dan sudah memiliki angan – angan ala Hugh Heffner (gubrak!!) :D Namun motivasi saya saat itu murni hanyalah keuntungan semata.

Era Video Porno Amatir Baru sekitar tahun 1999 atau 2000 dimulainya era peredaran video porno amatir yang memang diperankan orang Indonesia asli seperti “Bandung Lautan Asmara”, “Anak Ingusan”, “9 model” dan lainnya. Kemudian turut berkembang seiring perkembangan teknologi kompresi video dengan file-file populernya yang berektensi; .3gp .mov .wmv dan lainnya.

Lantas apa factor yang mendorongnya perkembangan dunia pornografi internet di Indonesia dewasa ini? Saya bukanlah Ahli Pornologi J namun akan coba mengungkapkan sedikit fakta dibalik industri pornografi internet di Indonesia .

Teknologi

Sudah pasti teknologi berperan penting, media pemindaian yang berkembang pesat dewasa ini telah menjadi jembatan penghubung. Jika dulu mungkin berbekalkan kamera manual dan studio cetak pribadi ditambah dengan scanner, kini semuanya serba instant. Dari mulai handy cam, kamera digital, hingga telepon selular tinggal “shot” langsung jadi dan siap di upload ke website…

Seperti sudah dipaparkan sebelumnya teknologi kompresi file turut mendorong pertumbuhan pornografi internet di Indonesia. Terasa tidak nyaman jika file video porno hasil transfer dari handycam atau file foto dari kamera digital yang lumayan berukuran besar langsung diupload ke website dan diakses publik, oleh karena itu teknologi kompresi citra memegang peranan signifikan dalam pertumbuhan pornografi di internet Indonesia. Hasil kompresi optimal dan dengan kualitas gambar yang tidak buruk berperan penting meningkatkan perkembangan penyebaran video dan foto porno.

Motivasi

Inilah uniknya, ternyata motivasi dari para pelaku industri pornografi internet di Indonesia sangat beragam baik itu yang amatir maupun profesional. Seperti pornobroker (nick name) ia membangun website komunitas yang berisikan content pornografi guna mendapatkan keuntungan dari website tersebut. Ia mengandalkan pemasukan dari iklan dan pembayaran akses membership / keanggotaan yang menurut ia cukup banyak

Lain halnya dengan Andreas, manajer marketing disalah satu perusahaan penjualan otomotif di Jakarta ini mengaku bahwa mengirimkan gambar dan video porno di internet hanyalah hobi dan iseng semata. Ia kerap mengirimkan foto porno para wanita panggilan yang dikencaninya, tentu saja dengan tidak memperlihatkan wajahnya, yang tampil hanyalah wajah para wanita panggilan tersebut J. Menurut Andreas rata – rata wanita panggilan tersebut tidak keberatan diambil gambar telanjangnya, meskipun tidak jarang yang menolak.

Kadang ia juga mengambil gambar wanita panggilan tersebut ketika yang bersangkutan sedang mabuk berat. Andreas yang saya kenal melalui salah satu forum komunitas di internet memberikan saya no. kontak salah satu wanita panggilan favoritnya yang kerap ia booking dan gambarnya banyak beredar di internet.

Penasaran dengan alasan wanita tersebut, saya pun iseng membuat janji dengan yang bersangkutan. Minggu pagi itu saya ketemuan di pintu gerbang salah satu apartemen mewah di kawasan Jakarta Pusat, agaknya ia usai pulang “bekerja”. Awalnya dia mengajak ngobrol di tempat kostnya dibilangan Jakarta Barat, namun saya memilih melanjutkan pembicaraan disalah satu restoran cepat saji didekat situ.

Irene demikian ia akrab disapa, menurut Andreas dia berusia 25 tahun. Setelah beberapa obrolan basa-basi, wanita dengan wajah oriental ini mengaku dirinya tidak keberatan difoto seperti itu lantaran Andreas selalu memberikan ia hasil cetak foto tersebut yang menurut dia akan disimpan untuk kenang-kenangan. Agaknya Irene tidak mengetahui kalau foto dirinya itu tersebar di internet.

Kesimpulan tersebut saya dapat setelah saya test dengan meminta alamat Friendsternya, ia terdengar asing dan berkata “apa? Apa tadi yang kamu bilang?”. Kemudian setelah saya minta alamat emailnya ia pun berkata “oh kalau email saya memang baru mau dibuatkan teman mas, saya sih pengen alamatnya wewewe dot irene dot com”. Jelas sudah bahwa ia sama sekali tidak mengetahui mengenai peredaran foto-fotonya di Internet, karena internet bagi dia terdengar asing. “ Mas Andreas bilang kalau foto saya hanya akan diperlihatkan kepada klien – kliennya yang berasal dari luar kota, jadi hitung-hitung promosi juga” tambah Irene sambil malu-malu.

Merasa puas dengan hasil obrolan ini saya pun mengakhiri obrolan dengan mengantarnya pulang ke tempat kostnya, dari situ saya langsung menuju narasumber kedua saya, yaitu seorang siswi SMA yang tinggal dikawasan Cileduk. Sebut saja namanya Dian usianya sekitar 17 – 19 tahun, salah satu wanita yang fotonya baru – baru ini telah beredar di internet.

Saya mengetahui kontak person Dian dari seorang kawan yang menjadi moderator di sebuah forum internet. Dian menurut kawan saya ini, termasuk kategori “Bispak” (term dari “BISa diPAKai cuma-cuma”), oleh karena itu Dian memilih tipe pria yang dikencaninya. Obrolan kami berlangsung di salah satu kafe di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan. Dian memang kebetulan juga ada janji dengan teman-temannya di tempat ini 2 jam mendatang.

Dian tipe orang yang supel dan pandai bergaul, dan tidak terlihat seperti bispak sebagaimana yang diutarakan kawan saya itu. Hal ini membuat saya sedikit bingung membuka obrolan untuk bertanya seputar foto telanjangnya. Oleh karena itu saya coba membuka topic tersebut dengan berpura-pura mengecek friendster (FS) palsu yang telah saya siapkan untuk menghadapi situasi seperti ini. “Eh sebentar ya, gue mau cek FS gue dulu” ujar saya membuka pembicaraan.

“Oh punya FS ya? alamatnya apa? Add gue dong di xxxx_xxxxx@xxxxx.xxxE-mail ini dilindungi dari spam bots, kamu perlu mengaktifkan JavaScript utk melihatnya ” kata Dian sambil melihat profil FS palsu saya yang sedang saya buka. Adapun profil palsu saya tersebut berisikan foto palsu juga, yaitu foto laki-laki telanjang namun tidak memperlihatkan wajahnya yang saya dapat dari profil FS lainnya. Tentunya postur tubuh, warna kulit, saya cari yang mirip dengan saya (tidak sukar menemukannya J ). Nah ketika melihat profil palsu saya tersebut, jebakan saya mengena, reaksinya seperti yang saya harapkan. “Wah.. gila juga FSnya ya? dasar gokil” kata Dian sambil terkekeh. “Tapi kok malu-malu sih fotonya? Mukanya gak keliatan?” kata Dian sambil bercanda.

“ Iya gue masih kurang Pede nampilin muka gue, duh maaf ya elo jadi liat yang kaya gini” kata saya. “ Ah biasa aja kok, bagus malah kebanyakan cowok tuh munafik..” lanjut Dian, merasa pancingan saya mulai mengena saya pun melanjutkan obrolan menuju topic yang saya inginkan; “foto telanjang dia” dan akhirnya dia pun angkat bicara dan mengakuinya. Menurut Dian, awalnya ia berpose telanjang hanya didepan mantan pacarnya, dan entah bagaimana kemudian foto tersebut lantas tersebar di internet sekitar awal tahun 2007.

Awalnya dia marah, diputuskannya pacarnya tersebut, namun lama-lama ia pun pasrah, kemudian anehnya menurut dia sekarang malah tanpa beban sama sekali melihat fotonya tersebar di internet. “Yang penting keluarga gue dan teman- teman gue rata-rata tuh buta internet semua kok, asal jangan sampai masuk Koran aja, mampus deh gue” kata Dian ketika ditanya kenapa ia mau terus berpose telanjang dan erotis terus menerus.

Kesimpulan Sementara

Tak terasa waktu pun berjalan, sudah hampir dua jam saya ngobrol-ngobrol dengan Dian, selepas ngobrol kami pun bertukar no. hp dan email. Pada liburan di hari minggu ini banyak yang saya dapatkan informasi seputar motivasi berpose bugil di internet.

Secara umum sementara saya simpulkan ada dua kategori, yaitu yang tidak mengetahui fotonya tersebar di internet karena tidak familiar dengan internet, lalu ada yang secara sadar walaupun awalnya sempat menolak bahwa fotonya tersebar di internet. Meskipun ada satu lagi kemungkinan yang belum saya jajaki, yaitu pelaku industri professional yang menerima bayaran seusai difoto bugil, saya mendapatkan kontaknya, namun lokasinya di Kota Bandung, jadi nampaknya lain hari saja saya sambangi kesana.

Peranan teknologi amatlah besar sebagaimana telah dikupas diatas, selain itu jangan lupa peranan provider penyedia jasa penyimpanan file gratis yang memungkinkan orang menyimpan file berukuran besar di internet. Forum komunitas dunia maya, penyedia jasa blog gratis juga dapat menjadi media bagi penyebaran foto dan video porno amatir di Indonesia.

Tindakan pencegahan maksimal memang telah dilakukan pemerintah dibantu dengan penyedia jasa shared host di Indonesia dengan mencantumkan larangan bagi klien untuk menyebarkan materi pornografi didalam server mereka. Namun ditilik dari sejarah panjang pornografi yang mungkin sama tuanya dengan peradaban manusia ini, ditambah dengan kemajuan teknologi yang membebaskan, nampaknya tidak akan ada upaya yang dapat mencegah total pornografi di Indonesia.

Catatan:Harap tidak mengirim komentar yang meminta nama, no. hp narasumber dalam tulisan ini. Saya hanya akan memberikan url forum dimana saya mendapatkan informasi ini saja melalui email. Terima kasih.


Artikel yang mungkin terkait:

  1. Extreme Tracking Tidak Bisa Digunakan Orang Indonesia Lagi
  2. Menjadi Model Iklan Situs Internet
  3. UU ITE Untungkan Penyelenggara Jasa Internet
  4. Restoran Bugil dan Mesin Pencari Cewek
  5. Cara Mencuri Kartu Kredit Orang Lain

Sharing Ke Facebook | Sharing ke Twitter


 
2 Komentar. Beri komentar atau berikan Trackback.
  1. #1 • Tanggal 14 Mei 2010, YUSA berkata:
     

    KAMU ENAKNYA NGENTOT SAMA SAYA

    BalasBalas
  2. #2 • Tanggal 8 Juni 2010, evi berkata:
     

    dUUUUUUUUUUUUUUUUch meCra’na………………………..

    BalasBalas

 

Komentar dengan Facebook?

Connect with Facebook

Komentar:

[+] kaskus emoticons

 
 
-->