Indonesia Surganya Barang Bajakan

Updated: 02 Januari 2008 (Daftar 5 Besar Negara Terbanyak Kasus Pembajakan)

guru

Abi teman saya yang sedang menjalani studi di Jerman sering mempromosikan kepada teman-temannya disana bahwa di Indonesia, Jakarta, kawasan Glodok dan Mangga dua tepatnya, sebagai surga bagi piranti lunak / software komputer bajakan. Namun faktanya ternyata barang bajakan bukan hanya software saja yang marak di Indonesia, CD, DVD, Film / musik, handphone, serta beragam perangkat elektronik lainnya seperti TV, VCD/DVD player pun juga masuk dalam daftar barang bajakan yang beredar di Indonesia.

Bahkan kabarnya perangkat blu ray akan menyusul jadi sasaran pembajakan. Lokasinya pun tak hanya di kawasan Glodok dan Mangga Dua saja, namun hingga ke emperan-emperan jalan atau yang kerap disebut “Mall Jongkok”. Untuk barang elektronik, RRC (Republik Rakyat Cina) menjadi produsen sekaligus eksportir penyumbang terbesar ke Indonesia.

Terdapat pemilahan antara barang bajakan murni dengan barang “aspal”, dan barang “hampir” bajakan. Nah uniknya adalah barang “hampir” bajakan, ciri-cirinya adalah menggunakan logo yang sangat mirip, namun namanya di”belokkan” sedikit. Misalnya merk “Motorola” menjadi “Modorola” merk “Sony” menjadi “Soni”, “Toshiba” menjadi “Tashiba”, “Samsung” menjadi “Samseng” dan lainnya. Jika dilihat sepintas maka kita tidak akan mengira. Jika ditelusuri memang kasus pembajakan hak cipta tidak hanya terjadi di Indonesia, namun dapat dikatakan bahwa sebaran distribusi barang bajakan di Indonesia merupakan salah satu yang terbesar di dunia.

Faktor ekonomi atau daya beli masyarakat mungkin salah satunya, namun selain itu pembajakan memang sudah hampir menjadi budaya di Indonesia. Kita ambil contoh Budi teman saya, anak seorang pengusaha karoseri sukses di Indonesia yang jumlah uang sakunya setiap bulan kira-kira setara dengan total gaji perbulan 15 orang guru honorer kerap membeli barang bajakan seperti CD musik dan DVD film. Apakah masih bisa dikatakan faktor ekonomi yang menyebabkan maraknya pembajakan? Mungkin ya pada awalnya, namun karena terjadi terus menerus maka perlahan telah mengakar menjadi embrio budaya bangsa kita ini.

Khusus untuk piranti lunak / software komputer bajakan, untuk yang satu ini saya sendiri mengakui masih menggunakan software bajakan di komputer saya :D , tanpa bermaksud berkilah atau berdalih, namun memang kemampuan beli saya terhadap software original belum memadai. Kalau saya hitung-hitung maka untuk pembelian seluruh software dikomputer saya maka dapat menghabiskan biaya sekitar 8 juta rupiah termasuk sistem operasi, aplikasi office, aplikasi pengolah database, pengolah gambar, aplikasi networking, serta aplikasi pengolah audio dan video.

Itu pun mungkin 1-2 tahun lagi sudah harus saya update dan membeli lagi versi barunya, dan dari semua aplikasi tersebut hanya aplikasi web developing yang orisinil (itu pun beli bekas/second) dan memang saya gunakan untuk tujuan komersial, itu pun dengan biaya yang sangat minim.

Ada pernyataan diplomatis dan bijak dari CEO Adobe inc. ketika ditanya pendapatnya tentang maraknya pembajakan terhadap software Adobe Photoshop “Selama digunakan bukan untuk kepentingan komersial, maka menggunakan software kami versi bajakan tidak masalah, namun tentunya anda harus membeli yang original jika anda menggunakannya untuk kepentingan komersial”.

Tambahan lagi sungguh menarik hasil survey dari pusat download dan info please, mereka mengadakan polling/jajak pendapat mengenai “apakah anda menggunakan program/software bajakan? ” dan hasil survey teratas adalah menjawab; “Ya, karena software original mahal, kalau murah maka saya akan menggunakan software original” alangkah melegakannya hasil survey tersebut, kenapa? karena mengindikasikan bahwa bangsa kita sebenarnya menghargai hak cipta orang lain, namun faktor kemampuan beli tadi yang menjadi kendala.

Namun walau bagaimanapun secara legal formal saya, kamu, anda, kalian tetap salah menggunakan software bajakan. Memang saya sependapat dengan hasil survey tadi; “KALAU MURAH PASTI SAYA BELI YANG ORIGINAL” dan pernyataan CEO Adobe Inc.; “TENTUNYA ANDA HARUS MENGGUNAKAN SOFTWARE ORIGINAL JIKA DIGUNAKAN UNTUK KEPENTINGAN KOMERSIAL”.

Peta pembajakan dunia

Urutan 5 besar tahun 2007:

1. Indonesia
2. Nigeria
3. Somalia
4. Bangladesh
5. India

Sumber: http://www.icc-ccs.org


Artikel yang mungkin terkait:

  1. Indonesia, surganya barang bajakan…. (Updated)
  2. Penerjemahan Program Post Affiliate 1.3 ke Bahasa Indonesia

Sharing Ke Facebook | Sharing ke Twitter | Lihat Videonya


 
Belum ada komentar. Berikan komentar atau berikan Trackback.

 

Komentar dengan Facebook?

Connect with Facebook

Komentar:

[+] kaskus emoticons

 
 
-->